Sebenarnya ini hanya untuk pengingat bagi diri saya sendiri, yang selama ini terlalu jauh dari NYA
Melakukan Puasa ( Fasting, El Ayuno ) itu sangat bagus untuk menjaga kesehatan diri kita dan tentunya jiwa kita, karena ia dapat memberi efek kesehatan juga melatih kesabaran dan menimbulkan sifat empati. InsyaAllah.
Adapun beberapa puasa sunnah diantaranya adalah sebagai mana nanti diterangkan dibawah ini, sedangkan yang wajib sudah kita ketahui bersama yaitu di Bulan Ramadhan.
Ok langsung aza, owh yach ini juga hasil copas dari http://gofar.blogsome.com/ dan http://rumaysho.com
Usahakanlah setiap bulan sempat melakukan puasa sunnah minimal 3 kali. Semoga Allah mudahkan.
Dalil Anjuran
[Dalil pertama]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ
“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: [1] berpuasa tiga hari setiap bulannya, [2] mengerjakan shalat Dhuha, [3] mengerjakan shalat witir sebelum tidur.”[1]
[Dalil Kedua]
Mu’adzah bertanya pada ‘Aisyah,
أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قَالَتْ نَعَمْ. قُلْتُ مِنْ أَيِّهِ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ كَانَ لاَ يُبَالِى مِنْ أَيِّهِ صَامَ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
“Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa tiga hari setiap bulannya?” ‘Aisyah menjawab, “Iya.” Mu’adzah lalu bertanya, “Pada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau).”[2]
[Dalil Ketiga]
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.”[3]
[Dalil Keempat]
Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,
يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).”[4]
[Dalil Kelima]
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.”[5]
Pelajaran Penting
1. Dianjurkan berpuasa tiga hari setiap bulannya, pada hari apa saja. Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin menjelaskan, “Puasa tiga hari setiap bulannya boleh dilakukan pada sepuluh hari pertama, pertengahan bulan atau sepuluh hari terakhir dari bulan Hijriyah, atau pula pada setiap sepuluh hari tadi masing-masing satu hari. Puasa tersebut bisa pula dilakukan setiap pekan satu hari puasa. Ini semuanya boleh dan melakukan puasa tiga hari setiap bulannya ada keluasan melakukannya di hari mana saja. Oleh karena itu, ‘Aisyah mengatakan, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau di awal, pertengahan atau akhir bulan hijriyah)”.”[6]
2. Hari yang utama untuk berpuasa adalah pada hari ke-13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah yang dikenal dengan ayyamul biid. Ada pula yang mengatakan bahwa ayyamul biid adalah hari ke-12, 13 dan 14. Namun pendapat pertama tadi lebih kuat.
3. Hari ini disebut dengan ayyamul biid (biid = putih, ayyamul = hari) karena pada malam ke-13, 14, dan 15 malam itu bersinar putih dikarenakan bulan purnama yang muncul pada saat itu.
Faedah Puasa Tiga Hari Setiap Bulan
1. Menghidupkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
2. Melakukan puasa tiga hari setiap bulannya seperti melakukan puasa sepanjang tahun karena pahala satu kebaikan adalah sepuluh kebaikan semisal. Berarti puasa tiga hari setiap bulan sama dengan puasa sebanyak tiga puluh hari setiap bulan. Jadi seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun.[7]
3. Memberi istirahat pada anggota badan setiap bulannya.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel http://rumaysho.com
Jadwal Puasa Sunnah 1431H / 2010M
Bismillah..
Akhir tahun (Hijriyah dan Masehi) sudah berada di depan mata. Karenanya, saya melanjutkan membuat daftar puasa sunnah untuk 1431 H dan 2010 M. Selain itu, sudah banyak saudara-saudara kita yang bertanya tentang jadwal puasa sunnah ini untuk tahun 2010 M. Semoga bermanfaat dan kita semua bisa mengamalkannya. Aamiin..
Puasa sunnah adalah puasa yang oleh nash-nash syar’i dianjurkan untuk dikerjakan.
Berikut dibawah ini puasa sunnah yang dianjurkan untuk di kerjakan:
* Puasa enam hari pada bulan Syawwal.
* Puasa hari Arafah bagi orang yang tidak sedang menunaikan ibdah haji.
* Puasa hari Asyura (puasa pada tanggal 10 Muharram) dengan satu hari sebelum atau sesudahnya.
* Puasa hari-hari bidh (putih, yakni hari-hari di saat terjadi bulan purnama-ed), yaitu hari ke-13, 14 dan 15 pada setiap bulan Hijriyyah.
* Puasa hari Senin dan Kamis.
* Memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban dan Muharram.
* Puasa Nabi Dawud (sehari puasa, sehari tidak puasa).
* Puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah.
* Puasa bagi orang yang belum mampu menikah.
1. Puasa sunnah tiap hari Senin dan Kamis
2. Puasa Tiga Hari Setiap Bulan (Tanggal 13,14,15 di kalender Islam)
* 30, 31 Desember 2009, 1 Januari 2010/Muharram 1431 H
* 28, 29, 30 Januari 2010/Shafar 1431 H
* 27,28 Februari, 1 Maret 2010/Rabi’ul Awwal 1431 H
* 29, 30, 31 Maret 2010/Rabi’ul Akhir 1431 H
* 27, 28, 29 April 2010/Jumadil Awwal 1431 H
* 27, 28, 29 Mei 2010/Jumadil Akhir 1431 H
* 25, 26, 27 Juni 2010/Rajab 1431 H
* 25, 26, 27 Juli 2010/Sya’ban 1431 H
* Puasa (wajib) Ramadhan 1431 H – 11 Agustus – 9 September 2010 (t275: dengan demikian, tidak ada puasa sunnah 3 hari di bulan Ramadhan..)
* 22, 23, 24 September 2010/Syawwal 1431 H
* 21, 22, 23 Oktober 2010/Dzulqa’idah 1431 H
* 19, 20, 21 November 2010/Dzulhijjah 1431 H. (tgl 19 November = hari terakhir Tasyriq, tidak boleh berpuasa)
3. Puasa Sepertiga Bulan – Yakni di bulan Dzulhijjah (antara 7 November – 6 Desember 2010).
Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji. Tanggal 15 November 2010.
Puasa dilakuan 7 November – 15 November 2010, terputus dengan idul Adha dan hari Tasyrik,dilanjutkan lagi tgl 20 – 21 November 2010.
Tidak boleh berpuasa :
Hari Idul Adha – 10 Dzulhijjah / 16 November 2010.
Hari tasyriq 11,12,13 Dzulhijjah / 17, 18, 19 November 2010.
4. Puasa Bulan Muharram – ‘Asyura’ selama 3 hari – 9, 10, 11 Muharram.
Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 (Tasu’a dan ‘Asyura) 26, 27, 28 Desember 2010.
5. Puasa pada sebagian bulan Sya’ban.
Antara 13 Juli – 10 Agustus 2010.
6. Puasa pada bulan Syawal – 6 hari.
Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawal (10 September 2010)
Antara 11 September – 8 Oktober 2010.
7. Puasa Daud – berpuasa selang seling
Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari. (kecuali hari2 yang dilarang berpuasa)
Semoga bermanfaat..
Tausyiah275
Tidak ada komentar:
Posting Komentar